
HP Nokia E63 merupakan versi ekonomis dari HP Seri E71 dengan beda harga 1,5 juta rupiah saat resensi ini ditulis. Fitur E63 dengan E71 hampir sama, kecuali E63 tidak terdapat fasilitas HSDPA dan GPS. Untuk tranfer data atau mengkopi SELURUH konten ke Nokia E63 dari HP lama via Bluetooth, jalankan fitur “Switch” di handphone tersebut. Kira-kira 30-45 menit berlalu, seluruh konten, mulai dari SMS, call log, phonebook, sampai file-file gambar dan MP3 akan terkopikan ke handphone E63.
Setelah mengkoneksikan HP ke internet melalui salah satu kartu Broadband (M2 atau Telkomflash, aktifkan fitur Pushmail dari HP Nokia E63 bernama "Nokia Email Service" untuk mendownload email dari server. Dengan layanan ini Anda bisa baca email dan download attachment di Nokia E63.
Beberapa kesan lain terhadap Nokia E63:
- Bentuknya tebal dan bodi plastik, kerasa lebih berat dari E71 yang bodinya stainless steel dan lebih tipis. Tapi kok dilihat-lihat akhirnya kok tampangnya kayak Blackberry ya ?
Mungkin karena saya beli yang warna biru, bukan warna merah.
- Kencang sodara! Ya maklum saja karena dia ini enginenya sama seperti E71, cuma dikurangi dua fitur yang saya sebutkan tadi. Sisanya sama persis.
- Saya coba maksimalkan semua fitur-fiturnya, terutama fitur networkingnya, rugi dong punya Telkomsel Flash Unlimited nggak dipakai, hasil akhirnya saya jadi agak2 autis gitu kalau pegang hape ini. Ini daftar kemampuan yang saya coba :
- Dijadikan modem 3G untuk Internetan dari laptop, bisa. Cuma kadang2 putus sendiri kalau pake bluetooth, dan seringnya harus direstart hp nya, kalau pakai kabel data sih nggak masalah. O iya, kabel datanya beli sendiri ya, nggak dikasih oleh Nokia.
- Pushmail pakai Nokia Email Service, bisa.
- Download attachment .doc, .xls, .ppt, langsung bisa diedit di QuickOffice, langsung kirim lagi. Baca attachment .pdf juga bisa pakai Acrobat Reader.
- Yahoo! Messenger dengan Fring, bisa.
- Login SSH ke server via PocketPuTTY, bisa.
- Buka Facebook dan Ngeplurk Mobile, bisa. Browsing cepat, bisa playback Flash lagi.
- Register ke SIP IP Phone via Wifi di ITB, bisa.
- Potret dari kamera, terus posting ke Flickr, bisa.
- Kalau Pushmail nya sudah jalan, yang jadi korban adalah batere nya. Kalau saya konfigur networknya di dual-mode, sukses deh pas pulang malem baterenya sudah sekarat. Akhirnya saya setel networknya di GPRS aja, kalau mau Internetan dari laptop baru dipindah manual ke UMTS 3G. Dan ngapain pula pushmailnya jalan kalau pas di depan laptop ? Akhirnya saya matikan saja sinkronisasi emailnya kalau pas buka email di laptop, pas jalan ke luar nggak bawa laptop baru deh pushmailnya dinyalakan. Hasil akhir : batere bisa tahan antara 1,5 s/d 2 hari. Lumayan lah.
- Kesan akhirnya, ini handphone 2.0 banget deh. Cocok jadi temannya orang autis yang nggak bisa unplugged from The Matrix, eh, Internet. Tapi ini memang hasil dari handphone yang bagus, dengan layanan aplikasi yang bagus, dengan koneksi network yang memadai dan unlimited. Baru enak. Kalau ada salah satu faktor yang nggak ada, experiencenya jadi jelek





